Selasa, 30 April 2013

Diary of Love


By : Fendi Kurniawan

Aku masih teringat ketika kau tertidur lemah
Disudut kamar Rumah Sakit kau baringkan tubuhmu yang tak berdaya
Dan aku-pun terlambat menjengukmu
Kau sambutku dengan wajah pucat dan sedikit senyuman dibibir keringmu

Ku ucapkan maaf padamu atas keterlambatanku
Dan kau hanya tersenyum
Tersenyum........iya tersenyum manis........
Karena senyumanmu itu masih kuingat hingga saat kita jumpa hari ini

Kini kuhadir untuk menceritakan kembali kenangan lalu
Kuharap kau mendengar dan ikut tersenyum bersamaku
Meski batu nisan membatasiku
Namun hati ini takkan terpisahkan sejengkal pun
Dan kita sudah deklarasikan itu
Kau berjanji akan menjadi bidadariku disurga nanti

Hari ini Sepuluh tahun sudah kau biarkan sepi mewakilimu
Terbangku tanpa sayapmu
Malamku tanpa cahayamu
Sampai jumpa di alam yang kita impikan

Senin, 29 April 2013

Pelacurku


by : Fendi Kurniawan

Aku berjalan menyusuri setapak kehidupan
Kutemukan sampah-sampah berantakan menumpuk disudut-sudut kota
Sampah yang selama ini dibuang dan di injak-injak orang
Sampah yang dibuang oleh pemakainya

Habis manis sepah dibuang, Itulah mereka pelacur kota
Ia ada dimana-mana dan dicari oleh siapa saja
Digedung-gedung parlemen, pemerintahan, sekolahan,
hingga bersembunyi ditempat peribadahan

Sabtu, 06 April 2013

8 Rekor Dunia Sepakbola Yang Sulit Dipecahkan Kembali

Ada ratusan, bahkan mungkin ribuan, rekor dalam dunia sepakbola internasional. Namun ada beberapa yang begitu fantastis sehingga bakal sulit, atau mungkin nyaris mustahil, dipecahkan kembali.

Rekor-rekor tersebut dicatat oleh individu, baik itu pelatih ataupun pemain, dan juga oleh tim. Bakal butuh amat lama untuk menulis ulang buku sejarah dan mencatatkan rekor baru dan berikut adalah beberapa di antaranya.

Anda punya pendapat lain? Atau mungkin Anda mengetahui rekor lain yang sulit disalip? Suarakan dengan bijak di kolom komentar.

Sabtu, 23 Maret 2013

Screamo & Rock Version Part 1

Langsung aja nih, bagi agan-agan yg suka musik Scream silakan sedot nih, cover dari lagu-lagu hits dalam genre scream/cover. sebenernya ada banyak sih, tp utk sementara segini dulu aja, part 2 dst nyusul. hehe

Playlist Screamo & Rock Version Part 1:
- A Static Lullaby - Toxic
- Alesana - What goes around
- Any Given Day - Diamonds (Rihanna Metal Cover)
- Bad Romance(cover) - Artist vs. Poet
- Carly Rae Jepsen - Call Me Maybe [ Screamo Cove ]
- Cinta Satu Malam (Metal Cover)
- Crown The Empire - Moves Like Jagger
- Crown The Empire - ''Payphone''

Langsung saja Download disini


Rabu, 20 Maret 2013

Teknik Menggunakan Kamera



Secara umum bagian-bagian kamera video terdiri atas :
1. Baterai untuk catu daya
2. Tempat kaset
3. Tombol Zoom
4. Tombol Recorder
5. Port Output video / audio (bisa berupa analog ataupun digital)
6. Cincin Fokus
7. Jendela preview (View Fender)
8. Mikrofon
9. Tombol kontrol cahaya
10. Tombol Player (untuk memainkan kembali video).
11. Terminal DC Input.
Selain itu juga banyak terdapat fasilitas–fasilitas tambahan yang berbeda antara kamera satu dengan kamera lainnya. Fasilitas itu antara lain lampu infra merah untuk pengambilan gambar pada tempat yang gelap, edit teks langsung dari kamera, efek-efek video lain, slow motion dan masih banyak lagi. 


Pengambilan gambar terhadap suatu objek dapat dilakukan dengan lima cara:
  • Bird Eye View

Teknik pengambilan gambar yang dilakukan dengan ketinggian kamera berada di atas ketinggian objek. Hasilnya akan terlihat lingkungan yang luas dan benda-benda lain tampak kecil dan berserakan.
  • High Angle

Sudut pengambilan dari atas objek sehingga mengesankan objek jadi terlihat kecil. Teknik ini memiliki kesan dramatis yaitu nilai “kerdil”.
  • Low Angle

Sudut pengambilan dari arah bawah objek sehingga mengesankan objek jadi terlihat besar. Teknik ini memiliki kesan dramatis yaitu nilai agung/ prominance,berwibawa, kuat, dominan.
  • Eye Level

Sudut pengambilan gambar sejajar dengan objek. Hasilnya memperlihatkan tangkapan pandangan mata seseorang. Teknik ini tidak memiliki kesan dramatis melainkan kesan wajar.
  • Frog Eye

Sudut pengambilan gambar dengan ketinggian kamera sejajar dengan alas/dasar kedudukan objek atau lebih rendah. Hasilnya akan tampak seolah-olah mata penonton mewakili mata katak.

Ukuran gambar biasanya dikaitkan dengan tujuan pengambilan gambar, tingkat emosi, situasi dan kodisi objek. Terdapat bermacam-macam istilah antara lain:
  • Extreme Close Up (ECU/XCU) : pengambilan gambar yang terlihat sangat detail seperti hidung pemain atau bibir atau ujung tumit dari sepatu.

  • Big Close Up (BCU) : pengambilan gambar dari sebatas kepala hingga dagu.

  • Close Up (CU) : gambar diambil dari jarak dekat, hanya sebagian dari objek yang terlihat seperti hanya mukanya saja atau sepasang kaki yang bersepatu baru

  • Medium Close Up : (MCU) hampir sama dengan MS, jika objeknya orang dan diambil dari dada keatas.

  • Medium Shot (MS) : pengambilan dari jarak sedang, jika objeknya orang maka yang terlihat hanya separuh badannya saja (dari perut/pinggang keatas).

  • Knee Shot (KS) : pengambilan gambar objek dari kepala hingga lutut.

  • Full Shot (FS) : pengambilan gambar objek secara penuh dari kepala sampai kaki.

  • Long Shot (LS) : pengambilan secara keseluruhan. Gambar diambil dari jarak jauh, seluruh objek terkena hingga latar belakang objek.

  • Medium Long Shot (MLS) : gambar diambil dari jarak yang wajar, sehingga jika misalnya terdapat 3 objek maka seluruhnya akan terlihat. Bila objeknya satu orang maka tampak dari kepala sampai lutut. 

  • Extreme Long Shot (XLS): gambar diambil dari jarak sangat jauh, yang ditonjolkan bukan objek lagi tetapi latar belakangnya. Dengan demikian dapat diketahui posisi objek tersebut terhadap lingkungannya.

  • One Shot (1S) : Pengambilan gambar satu objek.
  • Two Shot (2S) : pengambilan gambar dua orang.
  • Three Shot (3S) : pengambilan gambar tiga orang.
  • Group Shot (GS): pengambilan gambar sekelompok orang.

Gerakan kamera akan menghasilkan gambar yang berbeda. Oleh karenanya maka dibedakan dengan istilah-istilah sebagai berikut:
  • Zoom In/ Zoom Out : kamera bergerak menjauh dan mendekati objek dengan menggunakan tombol zooming yang ada di kamera. 
  • Panning : gerakan kamera menoleh ke kiri dan ke kanan dari atas tripod.
  • Tilting : gerakan kamera ke atas dan ke bawah. Tilt Up jika kamera mendongak dantilt down jika kamera mengangguk. 
  • Dolly : kedudukan kamera di tripod dan di atas landasan rodanya. Dolly In jika bergerak maju dan Dolly Out jika bergerak menjauh. 
  • Follow : gerakan kamera mengikuti objek yang bergerak. 
  • Crane shot : gerakan kamera yang dipasang di atas roda crane. 
  • Fading : pergantian gambar secara perlahan. Fade in jika gambar muncul dan fade out jika gambar menghilang serta cross fade jika gambar 1 dan 2 saling menggantikan secara bersamaan. 
  • Framing : objek berada dalam framing ShotFrame In jika memasuki bingkai danframe out jika keluar bingkai. 

Teknik pengambilan gambar tanpa menggerakkan kamera, jadi cukup objek yang bergerak.
  • Objek bergerak sejajar dengan kamera.
  • Walk In : Objek bergerak mendekati kamera.
  • Walk Away : Objek bergerak menjauhi kamera.

Teknik ini dikatakan lain karena tidak hanya mengandalkan sudut pengambilan, ukuran gambar, gerakan kamera dan objek tetapi juga unsur- unsur lain seperti cahaya, properti dan lingkungan. Rata-rata pengambilan gambar dengan menggunakan teknik-teknik ini menghasilkan kesan lebih dramatik.
  • Backlight Shot: teknik pengambilan gambar terhadap objek dengan pencahayaan dari belakang. 
  • Reflection Shot: teknik pengambilan yang tidak diarahkan langsung ke objeknya tetapi dari cermin/air yang dapat memantulkan bayangan objek. 
  • Door Frame Shot: gambar diambil dari luar pintu sedangkan adegan ada di dalam ruangan. 
  • Artificial Framing Shot: benda misalnya daun atau ranting diletakkan di depan kamera sehingga seolah-olah objek diambil dari balik ranting tersebut. 
  • Jaws Shot: kamera menyorot objek yang seolah-olah kaget melihat kamera. 
  • Framing with Background: objek tetap fokus di depan namun latar belakang dimunculkan sehingga ada kesan indah.
  • The Secret of Foreground Framing Shot: pengambilan objek yang berada di depan sampai latar belakang sehingga menjadi perpaduan adegan.
  • Tripod Transition: posisi kamera berada diatas tripod dan beralih dari objek satu ke objek lain secara cepat.
  • Artificial Hairlight: rambut objek diberi efek cahaya buatan sehingga bersinar dan lebih dramatik.
  • Fast Road Effect: teknik yang diambil dari dalam mobil yang sedang melaju kencang.
  • Walking Shot: teknik ini mengambil gambar pada objek yang sedang berjalan. Biasanya digunakan untuk menunjukkan orang yang sedang berjalan terburu-buru atau dikejar sesuatu.
  • Over Shoulder : pengambilan gambar dari belakang objek, biasanya objek tersebut hanya terlihat kepala atau bahunya saja. Pengambilan ini untuk memperlihatkan bahwa objek sedang melihat sesuatu atau bisa juga objek sedang bercakap-cakap.
  • Profil Shot : jika dua orang sedang berdialog, tetapi pengambilan gambarnya dari samping, kamera satu memperlihatkan orang pertama dan kamera dua memperlihatkan orang kedua.

Jika memungkinkan, selalu pergunakanlah manual focus.
  1. Atur white balance pada setiap perpindahan lokasi atau pergantian sumber pencahayaan.
  2. Jika melakukan pengambilan gambar di luar ruangan (outdoor shooting), posisikan matahari di belakang anda. Begitu juga sumber pencahayaan lainnya.
  3. Gunakan tripod atau alat bantu lainnya.
  4. Dalam kondisi rekaman tanpa alat bantu (handhelds), pegang dan kendalikan kamera video Anda sedemikian rupa agar hasil rekaman tetap stabil (andaikan sebagai secangkir kopi panas).
  5. Gunakan zooming hanya untuk menata komposisi ambilan gambar. Hindari penggunaannya pada saat merekam (rolling), kecuali jika ada maksud untuk tujuan tertentu atau memang disengaja karena hasil rekaman akan diproses lebih lanjut (editing).
  6. Shoot to edit. Pastikan untuk memproses lebih lanjut setiap hasil rekaman Anda (editing). Untuk itu, rekaman video harus diciptakan dan dipersiapkan sedemikian rupa agar siap untuk diproses lebih lanjut (variasi dan kelengkapan gambar, durasi setiap shot, menghindari fasilitas kamera yang tidak diperlukan, dsb.)
  7. Jaga durasi setiap shot. Jangan terlalu panjang dan monoton (tanpa variasi), namun juga jangan terlalu pendek. Minimal antara 8 hingga 10 detik. Tidak ada batas maksimal karena tergantung action yang direkam. Namun sebaik sudah mulai merekam 3 hingga 5 detik sebelum action berlangsung. Berikan durasi yang sama setelah action berlangsung.
  8. Jaga setiap shot dalam kondisi steady tanpa pergerakan kamera, setidaknya selama 10 detik. Jika suatu shot akan berisi pergerakan kamera, berikan awalan dan akhiran dalam kondisi steady dengan durasi setidaknya 3 hingga 5 detik.