Secara umum bagian-bagian kamera
video terdiri atas :
1. Baterai untuk catu daya
2. Tempat kaset
3. Tombol Zoom
4. Tombol Recorder
5. Port Output video / audio
(bisa berupa analog ataupun digital)
6. Cincin Fokus
7. Jendela preview (View
Fender)
8. Mikrofon
9. Tombol kontrol cahaya
10. Tombol Player (untuk
memainkan kembali video).
11. Terminal DC Input.
Selain itu juga banyak terdapat
fasilitas–fasilitas tambahan yang berbeda antara kamera satu dengan kamera
lainnya. Fasilitas itu antara lain lampu infra merah untuk pengambilan gambar
pada tempat yang gelap, edit teks langsung dari kamera, efek-efek video
lain, slow motion dan masih banyak lagi.
Pengambilan gambar terhadap suatu
objek dapat dilakukan dengan lima cara:
Teknik pengambilan gambar yang
dilakukan dengan ketinggian kamera berada di atas ketinggian objek. Hasilnya
akan terlihat lingkungan yang luas dan benda-benda lain tampak kecil dan
berserakan.
Sudut pengambilan dari atas objek
sehingga mengesankan objek jadi terlihat kecil. Teknik ini memiliki kesan
dramatis yaitu nilai “kerdil”.
Sudut pengambilan dari arah bawah
objek sehingga mengesankan objek jadi terlihat besar. Teknik ini memiliki kesan
dramatis yaitu nilai agung/ prominance,berwibawa, kuat, dominan.
Sudut pengambilan gambar sejajar
dengan objek. Hasilnya memperlihatkan tangkapan pandangan mata seseorang.
Teknik ini tidak memiliki kesan dramatis melainkan kesan wajar.
Sudut pengambilan gambar dengan
ketinggian kamera sejajar dengan alas/dasar kedudukan objek atau lebih rendah.
Hasilnya akan tampak seolah-olah mata penonton mewakili mata katak.
Ukuran gambar biasanya dikaitkan
dengan tujuan pengambilan gambar, tingkat emosi, situasi dan kodisi objek.
Terdapat bermacam-macam istilah antara lain:
- Extreme Close Up (ECU/XCU) :
pengambilan gambar yang terlihat sangat detail seperti hidung pemain
atau bibir atau ujung tumit dari sepatu.
- Big Close Up (BCU) : pengambilan
gambar dari sebatas kepala hingga dagu.
- Close Up (CU) : gambar diambil
dari jarak dekat, hanya sebagian dari objek yang terlihat seperti hanya
mukanya saja atau sepasang kaki yang bersepatu baru
- Medium Close Up : (MCU) hampir sama
dengan MS, jika objeknya orang dan diambil dari dada keatas.
- Medium Shot (MS) : pengambilan dari
jarak sedang, jika objeknya orang maka yang terlihat hanya separuh
badannya saja (dari perut/pinggang keatas).
- Knee Shot (KS) : pengambilan gambar
objek dari kepala hingga lutut.
- Full Shot (FS) : pengambilan gambar
objek secara penuh dari kepala sampai kaki.
- Long Shot (LS) : pengambilan secara
keseluruhan. Gambar diambil dari jarak jauh, seluruh objek terkena hingga
latar belakang objek.
- Medium Long Shot (MLS) : gambar diambil
dari jarak yang wajar, sehingga jika misalnya terdapat 3 objek maka
seluruhnya akan terlihat. Bila objeknya satu orang maka tampak dari kepala
sampai lutut.
- Extreme Long Shot (XLS): gambar diambil
dari jarak sangat jauh, yang ditonjolkan bukan objek lagi tetapi latar
belakangnya. Dengan demikian dapat diketahui posisi objek tersebut
terhadap lingkungannya.
- One Shot (1S) : Pengambilan gambar
satu objek.
- Two Shot (2S) : pengambilan gambar
dua orang.
- Three Shot (3S) : pengambilan gambar
tiga orang.
- Group Shot (GS): pengambilan gambar
sekelompok orang.
Gerakan kamera akan menghasilkan
gambar yang berbeda. Oleh karenanya maka dibedakan dengan istilah-istilah
sebagai berikut:
- Zoom In/ Zoom Out : kamera bergerak menjauh
dan mendekati objek dengan menggunakan tombol zooming yang
ada di kamera.
- Panning : gerakan kamera menoleh ke
kiri dan ke kanan dari atas tripod.
- Tilting : gerakan kamera ke atas
dan ke bawah. Tilt Up jika kamera mendongak dantilt
down jika kamera mengangguk.
- Dolly : kedudukan kamera
di tripod dan di atas landasan rodanya. Dolly In jika
bergerak maju dan Dolly Out jika bergerak menjauh.
- Follow : gerakan kamera
mengikuti objek yang bergerak.
- Crane shot : gerakan kamera yang
dipasang di atas roda crane.
- Fading : pergantian gambar
secara perlahan. Fade in jika gambar muncul dan fade
out jika gambar menghilang serta cross fade jika
gambar 1 dan 2 saling menggantikan secara bersamaan.
- Framing : objek berada
dalam framing Shot. Frame In jika memasuki
bingkai danframe out jika keluar bingkai.
Teknik pengambilan gambar tanpa
menggerakkan kamera, jadi cukup objek yang bergerak.
- Objek bergerak sejajar dengan
kamera.
- Walk In : Objek bergerak
mendekati kamera.
- Walk Away : Objek bergerak menjauhi
kamera.
Teknik ini dikatakan lain karena
tidak hanya mengandalkan sudut pengambilan, ukuran gambar, gerakan kamera dan
objek tetapi juga unsur- unsur lain seperti cahaya, properti dan lingkungan.
Rata-rata pengambilan gambar dengan menggunakan teknik-teknik ini
menghasilkan kesan lebih dramatik.
- Backlight Shot: teknik pengambilan gambar
terhadap objek dengan pencahayaan dari belakang.
- Reflection Shot: teknik pengambilan yang tidak
diarahkan langsung ke objeknya tetapi dari cermin/air yang dapat
memantulkan bayangan objek.
- Door Frame Shot: gambar diambil dari luar pintu
sedangkan adegan ada di dalam ruangan.
- Artificial Framing Shot: benda misalnya daun atau
ranting diletakkan di depan kamera sehingga seolah-olah objek diambil dari
balik ranting tersebut.
- Jaws Shot: kamera menyorot objek
yang seolah-olah kaget melihat kamera.
- Framing with Background: objek tetap fokus di depan
namun latar belakang dimunculkan sehingga ada kesan indah.
- The Secret of Foreground
Framing Shot: pengambilan
objek yang berada di depan sampai latar belakang sehingga menjadi
perpaduan adegan.
- Tripod Transition: posisi kamera berada diatas
tripod dan beralih dari objek satu ke objek lain secara cepat.
- Artificial Hairlight: rambut objek diberi efek cahaya
buatan sehingga bersinar dan lebih dramatik.
- Fast Road Effect: teknik yang diambil
dari dalam mobil yang sedang melaju kencang.
- Walking Shot: teknik ini mengambil gambar
pada objek yang sedang berjalan. Biasanya digunakan untuk menunjukkan
orang yang sedang berjalan terburu-buru atau dikejar sesuatu.
- Over Shoulder : pengambilan gambar dari
belakang objek, biasanya objek tersebut hanya terlihat kepala atau bahunya
saja. Pengambilan ini untuk memperlihatkan bahwa objek sedang melihat
sesuatu atau bisa juga objek sedang bercakap-cakap.
- Profil Shot : jika dua orang sedang
berdialog, tetapi pengambilan gambarnya dari samping, kamera satu
memperlihatkan orang pertama dan kamera dua memperlihatkan orang kedua.
Jika memungkinkan, selalu
pergunakanlah manual focus.
- Atur white balance pada
setiap perpindahan lokasi atau pergantian sumber pencahayaan.
- Jika melakukan pengambilan
gambar di luar ruangan (outdoor shooting), posisikan matahari di
belakang anda. Begitu juga sumber pencahayaan lainnya.
- Gunakan tripod atau alat bantu
lainnya.
- Dalam kondisi rekaman tanpa
alat bantu (handhelds), pegang dan kendalikan kamera video Anda
sedemikian rupa agar hasil rekaman tetap stabil (andaikan sebagai
secangkir kopi panas).
- Gunakan zooming hanya
untuk menata komposisi ambilan gambar. Hindari penggunaannya pada saat
merekam (rolling), kecuali jika ada maksud untuk tujuan tertentu
atau memang disengaja karena hasil rekaman akan diproses lebih lanjut (editing).
- Shoot to edit. Pastikan untuk memproses
lebih lanjut setiap hasil rekaman Anda (editing). Untuk itu,
rekaman video harus diciptakan dan dipersiapkan sedemikian rupa agar siap
untuk diproses lebih lanjut (variasi dan kelengkapan gambar, durasi
setiap shot, menghindari fasilitas kamera yang tidak
diperlukan, dsb.)
- Jaga durasi setiap shot.
Jangan terlalu panjang dan monoton (tanpa variasi), namun juga jangan
terlalu pendek. Minimal antara 8 hingga 10 detik. Tidak ada batas maksimal
karena tergantung action yang direkam. Namun sebaik sudah
mulai merekam 3 hingga 5 detik sebelum action berlangsung.
Berikan durasi yang sama setelah action berlangsung.
- Jaga setiap shot dalam
kondisi steady tanpa pergerakan kamera, setidaknya selama
10 detik. Jika suatu shot akan berisi pergerakan kamera,
berikan awalan dan akhiran dalam kondisi steady dengan
durasi setidaknya 3 hingga 5 detik.